Sabtu, 26 April 2025

Kotak Pandora

 

Kotak Pandora


 

Sore tadi, perjalanan pulang kerumah dihadiahi hujan oleh Tuhan. Jalanan basah dan beberapa tergenang air pada lubang-lubang jalannya. Namun, meski demikian jalanan tetap saja padat dengan kendaraan roda satu, dua, tiga, juga empat. Para Penghuni bumi tampak berbondong-bondong untuk pulang menuju bangunan yang kebanyakan orang-orang menyebutnya sebagai rumah. Mereka tidak peduli akan hujan, panas, dan mungkin juga badai. Sudah bisa dipastikan mayoritas dari mereka termasuk aku baru saja menerapkan seni untuk bertahan hidup. Iya…., bekerja. Dunia semakin hari semakin semrawut tak karuan. Alhasil manusinya makin hari banyak yang gila. Bahkan angka gangguan mental di Indonesia per tahunnya kian meningkat.

Bagaimana tidak meningkat kemiskinan ada dimana-mana, Biaya Pendidikan makin tak terjangkau, harga kebutuhan pokok makin hari makin mahal. Pengangguran dimana-mana. Korupsi dimana-mana. Lowongan pekerjaan makin menciut, giliran terbuka eh Nepotisme merjalela. Belum lagi perintilan-perintilan masalah lainnya, seperti banjir, polusi, kepadatan penduduk, Pencemaran, inflasi, kriminalitas, pelecehan, hak asasi, ketidakadilan hukum. Duh sepertinya kalau disebutkan satu persatu 1 halaman tulisanku ini masih belum cukup. Kalau dipikir-pikir makin lucu, mau tidak mau kita harus bisa sehat dinegeri yang sakit ini. Karena kehidupan memaksa kita demikian. Seperti dalam buku Rentang Kisah karyanya Gita Savitri “Hidup itu keras, kalau kita lemah kita nggak bisa jadi apa-apa.”

Dengan kehidupan yang demikian. para penulis makin menarik saja membuat karya dengan berjuta-juta idenya. Dua tahun lalu aku membeli sebuah buku yang judulnya “I Want To Die But I Want To eat TTeokpokki”. Seminggu yang lalu aku juga membeli buku judulnya “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”. Lalu di Sosial Media ramai juga dengan judul-judul buku menarik lainnya seperti Alasan untuk tetap hidup, dan masih banyak lainnya. Dan uniknya buku-buku ini menjadi buku-buku best seller. Buku-buku yang banyak dibeli. Kehidupan Dunia begitu keras sampai-sampai buku-buku dengan judul yang kusebutkan tadi menjadi buku yang paling diminati. Isi bukunya hampir sama, menceritakan seseorang yang ingin mengakhiri hidupnya namun masih ingin menikmati makanan enak yang ada dibumi. Dari isinya aku menyadari ada satu hal yang bisa membuat seseorang untuk memilih mati sekaligus satu hal tadi juga dapat membuat seseorang memilih untuk tetap hidup. Satu hal tadi ada didalam kotak pandora dalam kisah mitologi Yunani.

Kotak Pandora dalam mitologi Yunani adalah cerita tentang hukuman Zeus atas Tindakan Prometheus yang mencuri api Olimpus. Prometheus adalah seorang titan yang baik hati, ia mencuri api dari Olimpus dan memberikan kepada manusia. Sebagai hukuman atas tindakannya, Zeus menciptakan Pandora, seorang wanita yang cantik dan rupawan, sebagai hukuman bagi manusia. Para dewa memberikan Pandora sebuah kotak yang berisi segala keburukan di dunia, seperti penyakit, kesedihan, dan penderitaan lainnya. Pandora dilarang untuk membuka kotak itu, namun rasa ingin tahunya sangat kuat. Pandora, terpengaruh oleh rasa ingin tahunya, akhirnya membuka kotak itu. Dari dalam kotak, semua keburukan dilepaskan ke dunia dan menyebar ke seluruh penjuru. Namun pada isi kotak terakhir ada satu hal yang tersisa. Satu hal tadi adalah harapan. Iya harapan.

Katanya mereka yang berteriak paling keras ingin mati, adalah mereka yang paling menginginkan kehidupan. Mereka yang ingin mengakhiri hidupnya sejatinya berharap akan kehidupan baru yang layak untuk mereka Jalani. Harapan juga bisa membuat seseorang mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hidup. Seperti dalam buku Seporsi Mie Ayam Sebelum mati, tokohnya menunda untuk mengakhiri hidupnya hanya karena berharap bisa menikmati Mie Ayam terlebih dahulu. Kehidupan Dunia begitu keras, mungkin ini juga alasan Tuhan tidak menjadikan Dunia sebagai tempat tinggal yang abadi. Namun meski kehidupan semakin demikian, semoga setidaknya selalu ada harapan baik yang menghampiri kita semua, sehingga kita bisa tetap hidup dengan harapan baik yang kita punya sampai waktunya kita untuk berpulang nantinya. Cukup sampai disini dulu tulisanku yang apa adanya ini, terima kasih untuk teman-teman yang meluangkan waktu dan pikiran untuk membaca. Semoga kalian sehat dan berbahagia selalu.

 

Tidak ada komentar:

Menghadapi Patah Hati

  Salah satu patah hatinya rakyat indonesia melihat petinggi-petinggi negara Setelah berbulan-bulan tidak menulis, aku memutuskan untuk menu...