Kotak Pandora
Sore tadi, perjalanan
pulang kerumah dihadiahi hujan oleh Tuhan. Jalanan basah dan beberapa tergenang
air pada lubang-lubang jalannya. Namun, meski demikian jalanan tetap saja padat
dengan kendaraan roda satu, dua, tiga, juga empat. Para Penghuni bumi tampak berbondong-bondong
untuk pulang menuju bangunan yang kebanyakan orang-orang menyebutnya sebagai
rumah. Mereka tidak peduli akan hujan, panas, dan mungkin juga badai. Sudah bisa
dipastikan mayoritas dari mereka termasuk aku baru saja menerapkan seni untuk
bertahan hidup. Iya…., bekerja. Dunia semakin hari semakin semrawut tak karuan.
Alhasil manusinya makin hari banyak yang gila. Bahkan angka gangguan mental di
Indonesia per tahunnya kian meningkat.
Bagaimana tidak
meningkat kemiskinan ada dimana-mana, Biaya Pendidikan makin tak terjangkau,
harga kebutuhan pokok makin hari makin mahal. Pengangguran dimana-mana. Korupsi
dimana-mana. Lowongan pekerjaan makin menciut, giliran terbuka eh Nepotisme
merjalela. Belum lagi perintilan-perintilan masalah lainnya, seperti banjir,
polusi, kepadatan penduduk, Pencemaran, inflasi, kriminalitas, pelecehan, hak
asasi, ketidakadilan hukum. Duh sepertinya kalau disebutkan satu persatu 1
halaman tulisanku ini masih belum cukup. Kalau dipikir-pikir makin lucu, mau
tidak mau kita harus bisa sehat dinegeri yang sakit ini. Karena kehidupan memaksa
kita demikian. Seperti dalam buku Rentang Kisah karyanya Gita Savitri “Hidup
itu keras, kalau kita lemah kita nggak bisa jadi apa-apa.”
Dengan
kehidupan yang demikian. para penulis makin menarik saja membuat karya dengan
berjuta-juta idenya. Dua tahun lalu aku membeli sebuah buku yang judulnya “I
Want To Die But I Want To eat TTeokpokki”. Seminggu yang lalu aku juga membeli
buku judulnya “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”. Lalu di Sosial Media ramai juga
dengan judul-judul buku menarik lainnya seperti Alasan untuk tetap hidup, dan
masih banyak lainnya. Dan uniknya buku-buku ini menjadi buku-buku best seller.
Buku-buku yang banyak dibeli. Kehidupan Dunia begitu keras sampai-sampai buku-buku
dengan judul yang kusebutkan tadi menjadi buku yang paling diminati. Isi
bukunya hampir sama, menceritakan seseorang yang ingin mengakhiri hidupnya namun
masih ingin menikmati makanan enak yang ada dibumi. Dari isinya aku menyadari
ada satu hal yang bisa membuat seseorang untuk memilih mati sekaligus satu hal
tadi juga dapat membuat seseorang memilih untuk tetap hidup. Satu hal tadi ada
didalam kotak pandora dalam kisah mitologi Yunani.
Kotak Pandora
dalam mitologi Yunani adalah cerita tentang hukuman Zeus atas Tindakan Prometheus
yang mencuri api Olimpus. Prometheus adalah seorang titan yang baik hati, ia mencuri
api dari Olimpus dan memberikan kepada manusia. Sebagai hukuman atas
tindakannya, Zeus menciptakan Pandora, seorang wanita yang cantik dan rupawan,
sebagai hukuman bagi manusia. Para dewa memberikan Pandora sebuah kotak yang
berisi segala keburukan di dunia, seperti penyakit, kesedihan, dan penderitaan
lainnya. Pandora dilarang untuk membuka kotak itu, namun rasa ingin tahunya
sangat kuat. Pandora, terpengaruh oleh rasa ingin tahunya, akhirnya membuka
kotak itu. Dari dalam kotak, semua keburukan dilepaskan ke dunia dan menyebar
ke seluruh penjuru. Namun pada isi kotak terakhir ada satu hal yang tersisa. Satu
hal tadi adalah harapan. Iya harapan.
Katanya mereka yang
berteriak paling keras ingin mati, adalah mereka yang paling menginginkan kehidupan.
Mereka yang ingin mengakhiri hidupnya sejatinya berharap akan kehidupan baru
yang layak untuk mereka Jalani. Harapan juga bisa membuat seseorang
mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hidup. Seperti dalam buku Seporsi Mie
Ayam Sebelum mati, tokohnya menunda untuk mengakhiri hidupnya hanya karena
berharap bisa menikmati Mie Ayam terlebih dahulu. Kehidupan Dunia begitu keras,
mungkin ini juga alasan Tuhan tidak menjadikan Dunia sebagai tempat tinggal
yang abadi. Namun meski kehidupan semakin demikian, semoga setidaknya selalu
ada harapan baik yang menghampiri kita semua, sehingga kita bisa tetap hidup
dengan harapan baik yang kita punya sampai waktunya kita untuk berpulang nantinya.
Cukup sampai disini dulu tulisanku yang apa adanya ini, terima kasih untuk teman-teman
yang meluangkan waktu dan pikiran untuk membaca. Semoga kalian sehat dan
berbahagia selalu.
